BERITALAGI.COM — Boy Warongan, musisi asal Pematang Siantar, kembali menghidupkan ruang sunyi dalam musik Indonesia lewat perilisan single terbarunya bertajuk “Belum Boleh Pulang”.
Lagu ini menjadi karya perenungan yang menandai kebangkitannya setelah vakum pasca kepergian mendiang Ade F. Paloh, sosok penting yang pernah menjadi produser sekaligus mentor musikalnya.
Melalui lagu ini, Boy menyampaikan pesan sederhana namun dalam: tentang rindu yang tertahan dan perjalanan yang belum usai. Bersama Gabriella Fernaldi (Gebi), ia menghadirkan sebuah dialog musikal antara dua hati yang terpisah oleh jarak, namun disatukan oleh doa dan cinta.
Nuansa Bossanova yang hangat berpadu dengan sentuhan akustik menciptakan suasana lembut, membuat lagu ini terasa seperti pelukan bagi siapa pun yang mendengarnya di tengah hiruk pikuk kehidupan.
Dibuka dengan lirik “Ingin lupakan semua, berbagai tanggungan / Namun apalah daya, kukejar semua / Oo belum boleh pulang,” lagu ini menyentuh sisi emosional banyak orang — terutama para perantau yang belum sempat kembali ke rumah karena tanggung jawab yang belum selesai. Lirik tersebut menjadi refleksi universal tentang keseimbangan antara ambisi dan kerinduan.
Dalam proses produksinya, Boy menggandeng S. Pramudita dan Sekaranggi dari grup Tigapagi. Kedua produser ini meneruskan estafet kreatif yang pernah dijalin Boy dengan Ade Paloh, menghadirkan atmosfer intim yang sarat kejujuran.
“Setelah kepergian Ade, saya sempat merasa kehilangan arah. Tapi musik tetap menjadi rumah yang menuntun saya pulang,” ungkap Boy.
“Belum Boleh Pulang” juga merupakan bagian dari trilogi pulang yang akan termuat dalam album penuh Boy bertajuk “Juang Angan”, yang dijadwalkan rilis pada November mendatang. Album ini mengeksplorasi makna pulang secara fisik, emosional, dan spiritual — menjadi bentuk refleksi tentang hidup sebagai perjalanan yang tak pernah benar-benar berhenti.
Lagu ini dirilis di bawah label Setengah Lima Records dan kini tersedia di seluruh platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Suara khas Boy yang lembut berpadu dengan warna vokal Gebi yang menenangkan, menjadikan lagu ini terasa personal sekaligus universal — seperti surat rindu yang ditulis untuk siapa pun yang belum bisa kembali.
Boy Warongan menutup pesannya dengan kalimat yang sederhana namun bermakna: “Kadang, kita memang belum boleh pulang. Tapi bukan berarti kita kehilangan arah. Karena setiap langkah, kalau dijalani dengan hati, akan selalu menuju rumah.”
Dengan “Belum Boleh Pulang”, Boy Warongan membuktikan bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana penyembuhan dan pengingat bahwa rindu pun bisa menjadi doa yang bernada. (san/*) #foto dok. setengah lima records





