Membangun Kota yang Tangguh: Pemkot Tangerang Dorong Kolaborasi Pentahelix Lewat Forum Pengurangan Risiko Bencana

oleh -534 Dilihat
oleh
Membangun Kota yang Tangguh: Pemkot Tangerang Dorong Kolaborasi Pentahelix Lewat Forum Pengurangan Risiko Bencana

BERITALAGI.COM — Kesadaran akan risiko bencana di wilayah urban modern semakin mendesak. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengambil langkah strategis dengan menggelar Lokakarya Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang Tahun 2025.

Langkah ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya konkret Pemkot dalam mengimplementasikan strategi nasional BNPB untuk memperkuat ketahanan daerah melalui partisipasi aktif masyarakat dan lintas sektor.

Kesiapsiagaan Kolektif: Tugas Bersama, Bukan Hanya Pemerintah
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, menegaskan bahwa kunci utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berkelanjutan terletak pada sinergi yang kokoh. Dalam arahannya saat menutup lokakarya di Ruang Akhlakul Karimah, Kamis (6/11/2025), Maryono menekankan bahwa bencana adalah tanggung jawab kolektif.

“Penanggulangan bencana bukan semata tanggung jawab pemerintah atau BPBD saja, tetapi tanggung jawab bersama. Peran aktif masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan relawan menjadi kekuatan utama ketahanan daerah,” ujar Maryono.

Maryono menekankan perlunya koordinasi yang solid dan komunikasi yang efektif di antara seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, setiap kebijakan mitigasi yang lahir adalah hasil dari diskusi yang matang, didukung oleh data akurat, dan disebarluaskan secara tepat melalui media massa. Dengan demikian, masyarakat dapat menjadi bagian integral dari upaya mitigasi.

FPRB: Wadah Sinergi Pentahelix untuk Kota Adaptif
FPRB didesain sebagai platform strategis untuk mengaktifkan sinergi Pentahelix, sebuah konsep kolaborasi yang melibatkan lima unsur utama: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

Forum ini diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang menumbuhkan kesadaran, kesiapan, dan kepedulian kolektif terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam menghadapi potensi bencana di wilayah perkotaan padat.

“Kota yang tangguh adalah kota yang masyarakatnya siap. FPRB ini diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun kesadaran, kesiapan, dan kepedulian kolektif terhadap lingkungan sekitar,” tutup Maryono.

Lokakarya Pembentukan FPRB 2025 ini diikuti oleh beragam peserta, mulai dari lembaga relawan, komunitas kebencanaan, perguruan tinggi, perwakilan dunia usaha, hingga insan media massa. Kehadiran mereka menegaskan komitmen kolektif dalam mewujudkan Kota Tangerang sebagai wilayah yang tangguh, adaptif, dan selalu siap siaga menghadapi ancaman bencana alam maupun non-alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.