BERITALAGI.COM — Tahun 2025 kembali menandai kebangkitan tren remake di industri musik, dan kolaborasi Tohpati dengan Nadhif Basalamah lewat “Semusim” langsung menjadi salah satu rilisan yang paling diperbincangkan.
Lagu yang pernah menjadi ikon pop sentimental era 2000-an kini hadir dengan karakter baru, mempertemukan sentuhan gitar khas Tohpati dengan vokal gloomy khas Nadhif yang digandrungi generasi muda.
Tohpati mengaku tertarik menggarap ulang “Semusim” karena membayangkan bagaimana sebuah lagu besar dari dua dekade lalu akan terdengar bila diproduksi ulang dengan teknik modern.
Ia ingin membangun jembatan antara pendengar dewasa yang tumbuh di era Marcell, dan generasi baru yang lebih familiar dengan gaya produksi atmosferik dan emosional.
Dalam proses kreatifnya, Tohpati memberi ruang luas bagi eksplorasi vokal Nadhif. Menurutnya, timbre suara penyanyi muda tersebut memberikan napas baru yang tak bisa disamakan dengan versi orisinal.
“Karakter Nadhif membawa mood yang lebih pekat dan intim,” ujarnya.
Sentuhan ini yang membuat versi terbaru “Semusim” terasa lebih melankolis namun tetap modern.
Dari sisi aransemen, Tohpati mengubah struktur lagu agar memiliki transisi emosional lebih kuat. Bagian klimaks pada reff terakhir dibuat lebih menanjak, berbeda dengan versi awal yang cenderung stabil dalam dinamika.
Elemen-elemen produksi seperti strings modern, ambience elektronik, dan layering gitar yang lebih dalam menjadi penanda evolusi sound yang ia ciptakan.
Walau produksi utama berjalan cepat, pra-produksi berlangsung cukup panjang akibat penyesuaian jadwal seluruh musisi. Hal ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap kualitas audio, terutama untuk musik yang diproyeksikan menembus pasar streaming yang sangat kompetitif dan mengutamakan soundscape kuat.
“Semusim” versi terbaru ini juga menjadi pembuka album baru Tohpati yang sedang disiapkan untuk rilis tahun depan. Lagu berikutnya, “Cinta Kita” dengan vokal Fabio Asher, dijadwalkan menyusul pada Januari.
Proyek ini disiapkan dalam sepuluh komposisi yang menghadirkan gabungan nostalgia, eksplorasi modern, dan musikalitas matang khas Tohpati.
Dengan visi tersebut, Tohpati berharap karyanya mampu dikenang bukan hanya sebagai remake, tetapi karya baru yang dapat diterima pendengar lintas generasi.
Ia ingin “Semusim” menjadi pintu bagi anak muda untuk mengenal ulang warisan musik pop Indonesia yang kaya, sekaligus mengantar pendengar lama pada pengalaman mendengar yang lebih emosional.
Rilisan ini sudah tersedia di seluruh layanan musik digital sejak 21 November 2025 dan mendapat sambutan luas dari publik yang rindu kolaborasi berkualitas antara musisi senior dan talenta muda yang sedang naik daun. (san/*) #artwork dok. ig@wecordevermore dan sonymusicid




