BERITALAGI.COM — Afgan kembali memperluas warna emosional album *Retrospektif* lewat perilisan music video “Sampai Jumpa”, sebuah karya visual yang menghidupkan makna perpisahan dengan cara yang intim, lembut, dan dekat dengan realitas banyak orang.
Setelah sebelumnya menghadirkan single “Kacamata”, lagu “Sampai Jumpa” kini mendapatkan ruang visual yang memperdalam kisahnya, menjadikannya salah satu rilis paling personal dalam perjalanan musik Afgan tahun ini. Kehadirannya memperkuat posisi *Retrospektif* sebagai album yang menyatukan nostalgia, kedewasaan, dan perenungan emosional yang matang.
Dalam “Sampai Jumpa”, Afgan bercerita tentang perpisahan yang tidak selalu menandakan akhir, melainkan jeda yang diperlukan semesta untuk mempersiapkan dua manusia saling memahami dengan lebih utuh.
Pesan ini menjadi inti lagu dan diterjemahkan dalam tone yang hangat, lirih, dan penuh harapan. Afgan menyebut bahwa lagu ini lahir dari pengalaman kontemplatif tentang hubungan yang tidak selesai dan kerinduan yang masih menggantung, sebuah gagasan yang banyak dialami pendengarnya.
Music video “Sampai Jumpa” digarap oleh sutradara Naya Anindita, yang menghadirkan pendekatan visual sinematik untuk membawa pendengar masuk ke ruang kenangan yang penuh detail emosional.
Kehadirannya memberikan nuansa short film yang tidak sekadar memperlihatkan cerita, tetapi juga menyusun ritme adegan seperti perjalanan memori yang muncul perlahan dan terasa begitu nyata.
Afgan memuji Naya sebagai sosok yang mampu membaca lapisan-lapisan emosional lagu ini dan menerjemahkannya tanpa kehilangan esensi.
Tak hanya itu, Afgan menggandeng Maudy Ayunda sebagai lawan mainnya dalam music video ini. Kolaborasi keduanya menciptakan chemistry yang tenang namun sangat kuat, menghadirkan dinamika hubungan yang manis pada masa muda namun canggung ketika dewasa.
Maudy berperan sebagai sosok yang mewakili kenangan yang tumbuh, berubah, dan menjauh, tetapi tetap menyisakan ruang untuk rindu. Penampilan mereka memberi dimensi baru bagi cerita “Sampai Jumpa”.
MV “Sampai Jumpa” menghadirkan dua periode berbeda yang dirangkai paralel: memori masa sekolah yang penuh tawa dan kedekatan, serta momen ketika dua tokoh kembali bertemu di usia dewasa dengan jarak emosional yang sulit dijembatani.
Kontras ini mempertegas pesan bahwa waktu dapat mengubah banyak hal, tetapi perasaan yang pernah tumbuh tidak benar-benar hilang, hanya bertransformasi mengikuti perjalanan hidup.
Secara visual, music video ini mengandalkan palet warna hangat dan komposisi gambar yang naturalistik, membangun kesan nostalgia yang lembut tanpa terasa dramatis berlebihan.
Setiap adegan dirancang untuk menunjukkan perubahan waktu yang tak dapat dihentikan, sekaligus menampilkan detail-detail kecil yang membuat hubungan masa muda begitu berkesan. Pendekatan ini membuat MV “Sampai Jumpa” terasa seperti potongan kehidupan yang bisa dialami siapa saja.
Bagi penggemar musik pop Indonesia, kehadiran MV “Sampai Jumpa” menjadi momentum penting yang menunjukkan kedewasaan artistik Afgan dalam menggali tema hubungan manusia.
Lagu dan visualnya sama-sama berbicara tentang penantian yang tidak pahit, tentang jarak yang tidak menyakitkan, dan tentang rasa kehilangan yang justru membuka ruang untuk memahami diri lebih dalam. Inilah yang membuat karya ini menjadi salah satu rilisan paling puitis dalam karier Afgan.
Dengan menggabungkan kekuatan musik, narasi, dan performa akting, “Sampai Jumpa” menegaskan bahwa Afgan tidak sedang sekadar merilis single, melainkan membangun lanskap cerita yang lebih besar dalam proyek Retrospektif.
Publik kini melihat MV ini sebagai jembatan emosional menuju bagian lain album, sekaligus bukti bahwa Afgan semakin matang dalam meramu karya yang dekat dengan pengalaman manusia. “Sampai Jumpa” menjadi salam perpisahan yang justru terasa seperti pintu baru untuk bertemu kembali. (san/*) #foto dok. trinity optima production




