TANGERANG, BERITALAGI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertahanan (Perkimtan) kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas infrastruktur kota melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja yang profesional.
Hal tersebut diwujudkan dengan digelarnya Pembekalan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja bagi Tenaga Kerja Konstruksi di Aula Kecamatan Batuceper, pada Kamis (20/11/2025).
Kepala Dinas Perkimtan Kota Tangerang, Decky P. Koesrindartono, menyatakan kegiatan itu merupakan upaya konkret dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja, khususnya yang bergerak di bidang operasional pemeliharaan infrastruktur.
“Sertifikasi kompetensi menjadi bukti resmi bahwa tenaga kerja memiliki kemampuan sesuai standar yang ditetapkan Pemerintah,” ujar Decky.
GODOK PROFESIONALISME DAN MUTU KONTRUKSI
Menurut Decky, kegiatan sertifikasi ini bertujuan utama untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan tukang pemeliharaan, memberikan pengakuan formal melalui sertifikat kompetensi, serta mendukung peningkatan mutu infrastruktur kota melalui tenaga kerja yang profesional.
Program pembekalan dan uji sertifikasi ini merupakan tahun kedua, dimulai pada tahun anggaran 2024.
Pada tahun sebelumnya, sebanyak 100 orang telah disertifikasi, meliputi tukang pasang bata, plester, dan besi dari berbagai unit di lingkungan Dinas Perkimtan Kota Tangerang, serta tukang bangunan sipil umum dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Sekretariat Daerah.

Untuk tahun anggaran 2025, target peserta meningkat menjadi 150 orang yang terbagi dalam tiga tahap antara lain:
Tahap I (18 Juni 2025): 50 orang Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan Level 2 (Aspal) dari Dinas PUPR.
Tahap II (20 Agustus 2025): 50 orang dari Dinas PUPR, terbagi atas Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan Level 2 (Paving) 30 orang, dan Pelaksana Lapangan Pekerjaan Saluran Irigasi Level 2 (Pemasangan Batu Kali) 20 orang.
Tahap III (20 November 2025): 50 orang dengan peserta yang lebih beragam, termasuk perwakilan dari Dispora, Bagian Umum Setda, UPT Rusunawa, UPT Pemakaman, Bidang Air Minum dan Air Limbah Dinas Perkimtan, bahkan perwakilan dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang terlibat dalam program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni.
Sementara, untuk jabatan kerja tenaga kontruksi yang diuji pada tahap ketiga ini meliputi Tukang Bangunan Gedung, Tukang Pasang Ubin Level 2, dan Tukang Pasang Ubin Level 1.
PERAWATAN BERKELANJUTAN JADI KUNCI KUALITAS
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Perkimtan Kota Tangerang, Katrina Iswandari, menekankan pentingnya perawatan dan pemeliharaan yang berkelanjutan bagi setiap kontruksi ataupun infrastruktur yang ada di wilayahnya.
“Pembangunan infrastruktur di Kota Tangerang tidak hanya berhenti pada tahap membangun, tetapi juga memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang berkelanjutan,” katanya.
“Kualitas infrastruktur akan bertahan lama jika dikelola oleh tenaga kerja yang memiliki kompetensi, keahlian, dan sertifikat resmi yang diakui,” sambung Katrina.

Ia menambahkan, sertifikat yang diperoleh bukan sekadar kertas, melainkan bukti pengakuan resmi atas keterampilan sesuai standar. Komitmen ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing para pekerja, baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.
STANDAR KOMPETENSI JAMIN MUTU BANGUNAN
Sementara itu, dari sisi Lembaga Sertifikasi Profesi Gatensi, Sarjono Puro, turut menegaskan korelasi antara kompetensi pekerja dan kualitas bangunan.
“Standarisasi untuk kualitas bangunan, salah satunya adalah pekerja. Kalau pekerjanya tidak memenuhi kriteria, artinya mereka tidak bekerja sesuai dengan kompetensi mereka,” ungkap Sarjono.
Ia memberikan contoh, pekerjaan pengecoran yang dilakukan oleh tukang batu (bukan tukang cor) akan gagal memenuhi standar mutu. “Spek dari kualitas bangunan itu kan biaya, mutu, waktu. Kalau mutu-nya tidak terpenuhi, maka basic-nya adalah pemenuhan standar kompetensi,” pungkasnya.
Dinas Perkimtan Kota Tangerang berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, sehingga menghasilkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten, profesional, dan berintegritas tinggi, demi pembangunan Kota Tangerang yang berkelanjutan. (Adv)







