BERITALAGI.COM — BASEJAM kembali menguatkan posisinya sebagai band pop legendaris lewat peluncuran versi terbaru lagu “Pamer Bojo”. Lagu ciptaan Didi Kempot yang sangat melekat di hati masyarakat itu dirilis ulang sebagai bentuk penghormatan sekaligus usaha melestarikan warisan musik Pop Jawa untuk generasi muda. Rilisan ini dirasakan sangat tepat karena hadir bertepatan dengan bulan kelahiran sang maestro.
Dalam proses penggarapan lagu, para personel mengaku ingin menjaga kesakralan karya asli, namun tetap memberi sentuhan khas BASEJAM. “Kami ingin tetap mempertahankan roh lagunya, tapi dengan sentuhan BASEJAM,” ujar Sita menegaskan. Mereka menyadari bahwa menyentuh karya besar Didi Kempot membutuhkan keberanian sekaligus tanggung jawab khusus.
Alvin mengungkapkan bahwa sejak awal “Pamer Bojo” telah menjadi pilihan paling kuat untuk proyek remake. Menurutnya, lagu ini memiliki pesan patah hati yang universal, sehingga mampu dirasakan oleh pendengar dari berbagai usia. “Dari awal, lagu ini sudah masuk pilihan utama,” katanya. Kekuatannya dirasa tidak lekang oleh waktu.
Aransemen baru yang ditawarkan BASEJAM memberikan warna pop yang lebih fresh, tanpa menghilangkan karakter khas Pop Jawa. Vokal Sigit dan Alvin memberikan dinamika baru yang membuat lagu ini terasa berbeda namun tetap familiar. Oni menegaskan bahwa hasil akhir tetap menjaga esensi asli lagu. “Interpretasi kami mungkin subjektif, tapi tetap memancarkan keaslian ‘Pamer Bojo’,” jelasnya.
Salah satu hal menarik dalam produksi lagu ini adalah keterlibatan talenta dari berbagai daerah. “Ada vokalis Sunda, pengarah vokal dari Sulawesi, arranger dari Ambon, sampai sound engineer Batak. Rasanya seperti Pakde Didi masih mempersatukan banyak orang lewat musiknya,” ujar Alsa. Keberagaman ini membuat lagu tersebut terasa lebih kaya secara musikal.
Bagi Sigit, proses rekaman menjadi pengalaman yang sangat menantang karena ia harus menyanyikan lirik dengan gaya medok khas Jawa. “Ini rekaman paling medok yang pernah aku lakukan,” katanya sambil tertawa. Meski sulit, ia merasa pengalaman itu membuatnya semakin menghargai keragaman budaya musik Indonesia.
“Pamer Bojo” dengan tema patah hati yang kuat tetap menjadi magnet emosional bagi pendengar. BASEJAM memberikan kejutan musikal yang sebelumnya tidak pernah mereka tampilkan, baik dari sisi komposisi maupun eksplorasi vokal. Hal ini membuat lagu terasa lebih modern tanpa menghilangkan kehangatan suara aslinya.
Kini versi terbaru “Pamer Bojo” telah tersedia di seluruh platform digital. BASEJAM berharap remake ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dalam karya-karya Didi Kempot. Mereka ingin musik Pop Jawa terus hidup dan diapresiasi di tengah arus musik modern yang semakin berkembang. Dengan rilisan ini, BASEJAM membuktikan bahwa mereka tetap relevan sekaligus setia pada akar musikal Indonesia.(san/*) #foto dok. basejam




