Tanpa Filter dan Batas Genre, Isyana Sarasvati Membuka Fase Hidup Lewat EKLEKTICON

oleh -42 Dilihat
oleh
Tanpa Filter dan Batas Genre, Isyana Sarasvati Membuka Fase Hidup Lewat EKLEKTICON

BERITALAGI.COM —  EKLEKTICON hadir sebagai ruang paling personal bagi Isyana Sarasvati di penghujung 2025. Intimate conference ini menjadi ajang refleksi tentang bagaimana perjalanan emosionalnya selama setahun terakhir terwujud dalam proyek EKLEKTIKO, album kelima yang tidak hanya berisi musik, tetapi juga representasi perubahan fase hidup sang musisi.

“Tahun ini penuh warna. Ada lembut, ada keras, tapi semuanya bertumbuh,” ucap Isyana membuka sesi. Ia menekankan bahwa semesta EKLEKTIKO lahir dari kebutuhan untuk jujur pada diri sendiri. Tidak ada batas genre, tidak ada aturan industri, hanya aliran emosi yang muncul apa adanya. Dari situlah empat chapter terbentuk, masing-masing mencerminkan lapisan berbeda dalam pengalaman hidupnya. “Aku ingin mendokumentasikan perasaanku tanpa filter,” katanya.

Chapter CECILIA menjadi puncak eksplorasi emosional Isyana. Melalui single “terima kasih dariku.”, ia mengajak pendengar memasuki ruang hatinya yang paling tenang. Lagu tersebut lahir sebagai bentuk penghargaan terhadap orang-orang yang mendukungnya selama perjalanan hidup. “Ini surat cinta untuk mereka yang tetap ada,” ujarnya. Di EKLEKTICON, music video lagu tersebut diputar perdana, memperlihatkan visual kolaboratif dengan brand fashion lokal.

Reaksi hangat juga muncul ketika Isyana membahas chapter LUNORA, tempat ia merayakan persahabatan bersama Hindia, Vidi Aldiano, dan Afgan. Ia mengakui bahwa kolaborasi tersebut hadir dari spontanitas dan rasa ingin tahu. “Kadang kolaborasi terbaik itu yang nggak direncanakan,” katanya sambil tersenyum. Bab ini menjadi representasi fase remaja yang penuh warna dan pencarian identitas.

Sementara itu, MAMIU memberi ruang bagi sisi fantasi dan keceriaan. Visual imajinatif dan elemen kartun menjadi simbol dari hatinya yang polos dan hangat. Bab ini berfungsi sebagai penyeimbang dari intensitas emosional dalam EKLEKTIKO, menandai pentingnya bermain dan berimajinasi dalam proses kreatif.

Konferensi tersebut juga menjadi panggung bagi bocoran chapter penutup ABADHI, yang akan rilis Februari 2026. Isyana menyebut fase ini sebagai “penyatuan energi dari semua perjalanan yang sudah aku lewati.” Para tamu diberi cuplikan eksklusif yang menampilkan atmosfer penyempurnaan dan ketenangan.

Dipandu oleh Reza Chandika, EKLEKTICON berlangsung dengan keintiman yang jarang terlihat dalam sebuah konferensi musik. Percakapan ringan namun mendalam memberi gambaran lengkap tentang proses kreatif Isyana yang penuh kejujuran. “Karya yang jujur itu selalu sampai ke hati,” tutup Isyana. (san/*) #foto dok. ig@isyanasarasvati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.