Simak Penjelasan Ahli Gizi RS Sari Asih Sangiang Tentang Pentingnya Protein

oleh -170 Dilihat
oleh
Simak Penjelasan Ahli Gizi RS Sari Asih Sangiang Tentang Pentingnya Protein. Foto : Ilustrasi

BERITALAGI.COM — Banyak orang tua merasa bangga dan tenang ketika melihat anaknya tumbuh “subur” atau gemuk. Ada anggapan umum bahwa selama anak makan lahap, merasa kenyang, dan berat badannya terus naik, maka pertumbuhannya sudah optimal.

Namun, benarkah demikian? Menurut Ririn Caroline, S.Gz, Ahli Gizi dari RS Sari Asih Sangiang, berat badan yang naik drastis tanpa disertai pertambahan tinggi badan yang proporsional bisa menjadi tanda adanya kesalahan dalam pola nutrisi.

Salah Kaprah: Asal Kenyang vs Asal Bergizi

Seringkali anak diberikan asupan yang tinggi kalori namun rendah nutrisi pembangun. Misalnya, porsi nasi atau mie yang sangat banyak, ditambah gorengan atau camilan manis.

“Makanan tinggi karbohidrat dan gula memang cepat membuat anak kenyang dan menambah berat badan (lemak), namun belum tentu memberikan bahan baku yang cukup untuk pertumbuhan tulang,” ujar Ririn Caroline. Kondisi ini bisa menyebabkan anak tumbuh ke samping (gemuk), namun tidak tumbuh ke atas (tinggi).

Protein: “Batu Bata” untuk Tinggi Badan

Jika kita ibaratkan tubuh anak sebagai sebuah bangunan, maka Protein adalah batu batanya. Protein berperan krusial dalam:
• Membangun Jaringan: Membentuk sel-sel baru, otot, dan organ.
• Pertumbuhan Tulang: Memproduksi kolagen yang menjadi dasar pembentukan tulang di area lempeng pertumbuhan.
• Hormon Pertumbuhan: Memicu pelepasan hormon pertumbuhan ($HGH$) yang bekerja maksimal saat anak tidur.

Tanpa asupan protein yang cukup, proses pembelahan sel untuk memanjangkan tulang akan terhambat, meskipun asupan kalori dari nasi atau gula sangat berlebih.

Sumber Protein yang Baik untuk Anak

Ririn Caroline menyarankan agar orang tua mengutamakan Protein Hewani karena memiliki profil asam amino yang lebih lengkap dan lebih mudah diserap oleh tubuh anak:
1. Telur: Murah dan sangat lengkap nutrisinya, termasuk mengandung Vitamin D.
2. Ikan: Mengandung protein tinggi dan asam lemak omega-3 untuk kecerdasan otak.
3. Daging Ayam & Sapi: Sumber zat besi yang baik untuk mencegah anemia dan mendukung energi anak.
4. Susu & Produk Turunannya: Sumber kalsium dan protein cair yang praktis.
5. Protein Nabati: Seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan sebagai variasi asupan serat dan nutrisi tambahan.

Tips Agar Anak Tumbuh Tinggi (Tidak Hanya Berisi)

Agar anak mendapatkan tinggi badan yang maksimal dan terhindar dari risiko obesitas dini, berikut adalah tips dari Ahli Gizi RS Sari Asih Sangiang, Ririn Caroline, S.Gz:
• Terapkan Prinsip “Isi Piringku”: Pastikan porsi protein (lauk-pauk) seimbang dengan porsi karbohidrat. Jangan membiarkan anak makan nasi hanya dengan kerupuk atau kecap.
• Kurangi Camilan “Kosong”: Batasi pemberian biskuit manis, permen, atau gorengan yang tinggi kalori tapi nol protein. Ganti dengan buah-buahan atau telur rebus.
• Perhatikan Jam Tidur: Hormon pertumbuhan diproduksi saat anak tidur nyenyak. Pastikan anak tidur sebelum jam 9 malam.
• Ajak Anak Bergerak: Aktivitas fisik seperti melompat, berlari, atau berenang merangsang tulang untuk tumbuh lebih panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.