Jaga-jaga! 5 Penyakit yang Sering Kambuh Saat Puasa dan Cara Mengatasinya menurut dokter RS Sari Asih Bintaro

oleh -12 Dilihat
oleh
Stroke Hemoragik: Kenali Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya Menurut Dokter Spesialis Saraf RS Sari Asih Ciputat
Stroke Hemoragik: Kenali Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya Menurut Dokter Spesialis Saraf RS Sari Asih Ciputat : Foto oleh Andrea Piacquadio:

BERITA LAGI. COM--Menjalani ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban yang memberikan banyak manfaat kesehatan. Namun, perubahan pola makan dan aktivitas harian seringkali memicu kekambuhan beberapa penyakit tertentu.

Menurut dr. Irviana Adyada, Dokter Umum dari RS Sari Asih Bintaro, tubuh memerlukan adaptasi saat beralih dari pola makan biasa ke pola puasa. Tanpa persiapan yang tepat, beberapa keluhan kesehatan justru bisa mengganggu kekhusyukan ibadah.

Berikut adalah daftar penyakit yang rentan terjadi saat Ramadan dan tips solusinya:

1. Maag dan GERD
Masalah pencernaan adalah keluhan paling umum. Lambung yang kosong selama lebih dari 12 jam dapat meningkatkan konsentrasi asam.
• Penyebab: Langsung tidur setelah sahur atau makan berlebihan (balas dendam) saat berbuka dengan menu yang terlalu pedas dan asam.
• Solusi dr. Irviana: “Hindari posisi berbaring setidaknya 1-2 jam setelah makan sahur. Saat berbuka, mulailah dengan porsi kecil dan hindari makanan yang memicu gas secara berlebihan.”
2. Dehidrasi Berat
Kehilangan cairan tanpa penggantian yang cukup dapat menyebabkan lemas, pusing, hingga gangguan fungsi ginjal.
• Penyebab: Kurang minum air putih di antara waktu berbuka hingga sahur.
• Solusi: Terapkan pola minum air putih 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur). Kurangi konsumsi kafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik (memicu buang air kecil).
3. Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)
Kondisi ini sangat rawan bagi penderita diabetes atau mereka yang tidak sahur.
• Penyebab: Tubuh kehabisan cadangan energi primer (glukosa).
• Solusi: Jangan pernah melewatkan waktu sahur. Pilih karbohidrat kompleks (seperti nasi merah atau gandum) yang melepaskan energi secara perlahan agar gula darah lebih stabil sepanjang hari.
4. Konstipasi (Sembelit)
Buang air besar menjadi tidak lancar karena perubahan frekuensi makan.
• Penyebab: Kurangnya asupan serat dari sayur dan buah serta kurangnya aktivitas fisik.
• Solusi: Pastikan piring makan Anda saat sahur dan berbuka mengandung sayuran hijau serta konsumsi buah-buahan. Tetaplah aktif bergerak ringan meski sedang berpuasa.
5. Sakit Kepala (Migrain)
Banyak orang mengeluhkan nyeri kepala, terutama di minggu pertama Ramadan.
• Penyebab: Gejala putus kafein, kurang tidur (begadang), atau anemia.
• Solusi: Perbaiki pola tidur. Sebisa mungkin tidur lebih awal setelah tarawih untuk mengganti waktu bangun sahur.

Tips Sehat Ramadan dari dr. Irviana:

1. Jangan “Balas Dendam”: Makan berlebih saat berbuka hanya akan membuat perut kaget dan memicu kantuk luar biasa.
2. Perhatikan Nutrisi: Pastikan komposisi gizi seimbang (karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat).
3. Konsultasi Dokter: “Bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai pengaturan dosis obat selama berpuasa,” pesan dr. Irviana.

Puasa yang sehat dimulai dari kedisiplinan dalam memilih menu sahur dan berbuka. Jika keluhan kesehatan menetap atau semakin parah, segera kunjungi layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.