Film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang Suara Masyarakat Terpinggirkan Bergema di Gala Premiere

oleh -1088 Dilihat
oleh
Film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang Suara Masyarakat Terpinggirkan Bergema di Gala Premiere
Film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang Suara Masyarakat Terpinggirkan Bergema di Gala Premiere

BERITALAGI.COM — Gemuruh tepuk tangan mengiringi berakhirnya penayangan perdana film “Nyanyi Sunyi Dalam Rantang” (Whispers In the Dabbas) karya sutradara Garin Nugroho dalam acara Gala Premiere yang digelar di CGV Grand Indonesia. Film yang mengangkat tema ketidakadilan hukum ini tidak hanya menyajikan tontonan yang menarik, namun juga pesan yang kuat dan menggugah.

Keberhasilan film ini menembus festival film internasional sebelum akhirnya tayang di Indonesia menunjukkan kualitas dan universalitas isu yang diangkat. Setelah mendapatkan sambutan hangat di International Film Festival Rotterdam dan penayangan terbatas saat Hari Anti Korupsi Sedunia, antusiasme publik terhadap film ini semakin meningkat.

Acara Gala Premiere menjadi ajang berkumpulnya berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Kehadiran Ketua KPK Setyo Budianto dan Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono memberikan legitimasi terhadap pentingnya isu yang diangkat dalam film ini sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi.

Wakil Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari juga turut hadir, menunjukkan bahwa isu ketidakadilan hukum menjadi perhatian serius di tingkat pemerintahan. Dukungan dari Principal Advisor GIZ CPFS, Ibu Fransisca Silalahi, menegaskan peran penting kerjasama internasional dalam upaya meningkatkan kesadaran dan memerangi praktik korupsi.

Sutradara Garin Nugroho, dengan didampingi aktris utama Della Dartyan dan produser Rina Damayanti, tampak sumringah melihat antusiasme para tamu undangan. Kehadiran para pejabat dari berbagai K/L/PD pelaksana Stranas PK, perwakilan CSO, dan media semakin menambah semarak acara.

“Nyanyi Sunyi Dalam Rantang” hadir sebagai representasi suara-suara yang selama ini mungkin terpinggirkan. Film ini dengan berani mengangkat kisah-kisah nyata mengenai bagaimana hukum seringkali disalahgunakan dan justru menjadi alat untuk menindas masyarakat kecil yang tidak berdaya.

Melalui karakter Puspa yang diperankan dengan penuh penghayatan oleh Della Dartyan, penonton diajak merasakan pergulatan batin seorang individu yang berjuang melawan sistem yang tidak adil.

Kisah nenek pencuri biji kakao, petani korban bisnis jagung hibrida, hingga persekusi terhadap aktivis lingkungan menjadi narasi yang kuat dan menyentuh.

Sebagai bentuk komitmen untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran publik, film “Nyanyi Sunyi Dalam Rantang” akan menggelar roadshow ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jayapura, Sorong, Manokwari, dan Yogyakarta.

Kerjasama antara Stranas PK dan GIZ CPFS dengan dukungan Tempo Media menjadi pilar penting dalam upaya penyebarluasan pesan film ini. Sutradara Garin Nugroho menegaskan, “Film sebagai medium ekspresi yang terbuka, kritis, dan disampaikan melalui sudut pandang personal akan selalu menemukan resonansi di festival film internasional. Terlebih, film ini memiliki keberpihakan yang jelas terhadap suara masyarakat yang terpinggirkan.” (san/*) #foto dok. ig@katahatimovieproject

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.