Enam Ikon Perempuan Nusantara Hadir dalam Monoplay Spektakuler

oleh -346 Dilihat
oleh
Enam Ikon Perempuan Nusantara Hadir dalam Monoplay Spektakuler

BERITALAGI.COM  – “Monoplay Melati Pertiwi: Merajut Sejarah Perjalanan Bangsa” tampil sebagai salah satu produksi teater paling ambisius tahun ini, memadukan drama sejarah, performa musikal, hingga pendekatan sinematik untuk menghadirkan enam Pahlawan Nasional perempuan dalam satu panggung. Pertunjukan ini menjadi perayaan heroisme perempuan yang jarang mendapat porsi sebesar ini dalam dunia seni pertunjukan Indonesia.**

Sejak diumumkan, proyek Keana Production tersebut mencuri perhatian karena gagasannya yang tidak biasa: menghadirkan enam karakter lintas zaman dalam satu rangkaian monolog yang saling berkait. Konsep ini memungkinkan penonton melihat benang merah perjuangan perempuan Indonesia dari era kolonial hingga kemerdekaan dalam satu pengalaman teatrikal yang emosional.

Sebagai produser, Marcella Zalianty menyebut bahwa Melati Pertiwi dibangun dari kebutuhan untuk menghadirkan ruang ekspresi yang merayakan keberanian dan kontribusi perempuan. Ia memandang pertunjukan ini sebagai bentuk penghormatan kolektif yang tidak hanya mencatat sejarah, tetapi juga menggugah kesadaran generasi muda akan identitas bangsa.

Di bawah arahan Wawan Sofwan, monoplay ini diolah menjadi pertunjukan yang memadukan minimalisme dan intensitas. Narasi para pahlawan dibangun lewat pencahayaan dramatis, komposisi musik yang mengalun lembut, dan performa akting yang dibentuk dari riset mendalam setiap aktris. Pendekatan tersebut menghasilkan panggung yang terasa intim tetapi tetap megah.

Enam aktris yang terlibat membawa perspektif baru terhadap sosok yang mereka perankan. Isyana Sarasvati menemukan relevansi antara musik dan aktivisme yang melekat pada S.K. Trimurti, sementara Maudy Koesnaedi menyelami kedalaman spiritual dan kepemimpinan Nyi Ageng Serang. Tika Bravani meresapi perjuangan intelektual Rasuna Said yang menjadi simbol kekuatan pendidikan.

Di sisi lain, Hana Malasan memperlihatkan ketegasan Ratu Kalinyamat sebagai pemimpin perempuan yang melampaui batas zaman, dan Marcella Zalianty sendiri menghadirkan Laksamana Malahayati dengan kekuatan energik yang memadukan karisma dan ketegasan. Glory Hilary membawa semangat membara Christina Martha Tiahahu sebagai simbol keberanian generasi muda.

Di balik panggung, proyek ini diperkuat oleh tim kreatif besar mulai dari penulis naskah, penata artistik, penata cahaya, hingga penata multimedia yang mengoptimalkan visual. Pementasan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, BTN, dan Djarum Foundation sebagai dorongan bagi upaya melestarikan sejarah perempuan dalam narasi seni Indonesia.

Pertunjukan “Melati Pertiwi” akan berlangsung pada 25 November 2025 dengan tiket yang dapat diperoleh mulai dari Rp150 ribu. Keana Production mengajak publik menikmati perjalanan emosional yang merayakan identitas, sejarah, dan ketangguhan perempuan Nusantara dalam format teater yang dirancang penuh kepekaan estetika.

foto dok. keana production

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.