BERITALAGI.COM — Malam terasa lebih pelan ketika nada pertama “Under The Silver Moon” mengalun. Ada sesuatu yang hangat, sekaligus sendu, seperti percakapan yang belum selesai di antara dua orang yang terpisah jarak. Di balik lagu itu, trio soul asal Surabaya, Thee Marloes, kembali mengajak pendengar masuk ke dunia mereka—dunia yang dipenuhi groove lembut, cerita personal, dan nuansa retro yang terasa intim.
Di sebuah sudut kota yang tidak pernah benar-benar tidur, vokal Natassya Sianturi terdengar seperti bisikan yang jujur. Bersama petikan gitar Sinatrya Dharaka dan ketukan ritmis dari Tommy Satwick, lagu ini terasa hidup—bukan sekadar didengar, tetapi dirasakan.
Single ini bukan hanya rilisan biasa. “Under The Silver Moon” menjadi gerbang menuju album kedua mereka, Di Hotel Malibu, yang dijadwalkan hadir pada 22 Mei 2026 melalui Big Crown Records. Sebuah langkah besar yang membawa musik mereka melintasi batas kota, bahkan negara.
Jika menutup mata, lagu ini seperti membawa kita ke suasana larut malam—lampu kota yang redup, jalanan yang lengang, dan pikiran yang penuh kenangan. Lirik berbahasa Inggrisnya berbicara tentang hubungan jarak jauh, tentang rindu yang tak tersampaikan, dan harapan yang tetap dijaga meski terpisah ruang dan waktu.
Secara musikal, Thee Marloes tetap setia pada akar musik soul, namun kali ini mereka bermain lebih berani. Ada sentuhan two-step groove yang ringan, membuat lagu ini terasa santai namun tetap mengalun dalam. Aransemen yang lebih kaya seolah menjadi tanda bahwa mereka sedang tumbuh—tidak meninggalkan identitas, tetapi memperluas ruang eksplorasi.
Video musiknya pun tak kalah menarik. Diproduksi di Surabaya, visualnya menampilkan para personel sebagai petugas hotel dengan warna-warna mencolok yang kontras namun estetis. Seolah menjadi potongan cerita dari dunia “Hotel Malibu”—tempat imajiner yang penuh cerita, pertemuan, dan perpisahan.
Album Di Hotel Malibu nantinya akan berisi 14 lagu, termasuk beberapa single yang telah lebih dulu dirilis seperti “Harap dan Ragu”, “I’d Be Lost”, dan “What’s On Your Mind”. Album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan refleksi perjalanan mereka selama dua tahun terakhir—tentang perubahan, pencarian, dan identitas.
Kini, “Under The Silver Moon” sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital. Dan seperti cahaya bulan yang tenang namun konsisten, Thee Marloes perlahan tapi pasti menegaskan posisinya di panggung musik—tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mata dunia. (san/*) #foto dok. theemarloes






