BERITALAGI.COM — Lewat single perdana “Hidup Hanya Sekali”, d’AVERY menghadirkan lagu yang bukan sekadar nostalgia, melainkan pengingat bahwa hidup dan hubungan tak seharusnya terjebak dalam kebisuan.
Lagu ini merupakan versi revisit dari karya Garasi yang kini diolah ulang oleh Midas dan Phanoz dengan pendekatan emosional yang lebih reflektif dan personal.
Kolaborasi dengan Aiu Ratna menjadi elemen penting dalam lagu ini, menghadirkan resonansi sejarah sekaligus penyelesaian cerita yang sempat tertunda.
“Saat tahu lagu ini adalah versi asli yang dulu belum sempat direkam, aku merasa ini momen yang tepat,” ujar Aiu Ratna.
Menurut Dimas Pandu, lagu ini lahir dari pengalaman nyata tentang hubungan yang gagal karena komunikasi yang tak pernah terjadi.
“Kadang masalahnya bukan pertengkaran, tapi keheningan,” katanya.
d’AVERY sendiri hadir dengan identitas musik rock alternative 90-an, mengajak pendengar bernostalgia tanpa kehilangan relevansi dengan kondisi emosional masa kini.
Lirik “Hidup Hanya Sekali” menjadi refleksi tentang pentingnya berbicara, menyampaikan rasa, dan berani melangkah ke depan.
“Ini lagu tentang memilih hidup, bukan bertahan dalam diam,” tegas d’AVERY.
Single ini menjadi pembuka perjalanan d’AVERY sebagai band yang ingin menghadirkan musik jujur, emosional, dan dekat dengan pengalaman pendengarnya. (san/*) #foto dok. d’avery





