Assalamu’alaikum Bairullah: Cerita Hijrah dan Cinta yang Tertahan

oleh -985 Dilihat
oleh
Assalamu’alaikum Bairullah: Cerita Hijrah dan Cinta yang Tertahan
Assalamu’alaikum Bairullah: Cerita Hijrah dan Cinta yang Tertahan

BERITALAGI.COM – Film religi terbaru Assalamu’alaikum Bairullah resmi  tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai Juni 2025, menghadirkan kisah cinta yang berbalut spiritualitas dan dilema moral di tengah konflik batin.

Diproduksi oleh Falcon Pictures dan disutradarai oleh Indra Gunawan, film ini mempertemukan dua nama besar: Cut Syifa sebagai Maysarah dan Harris Vriza sebagai Bairullah. Dengan sentuhan drama yang kuat, film ini mencoba menyuguhkan potret anak muda yang mencari cinta sejati melalui jalan yang diridhai agama.

Cerita berpusat pada sosok Bairullah, seorang pemuda agamis, idealis, dan santun yang menghadapi ujian cinta saat dipertemukan dengan Maysarah, gadis modern yang tengah dalam proses hijrah. Keduanya berada dalam satu lingkungan pesantren namun memiliki latar belakang dan pendekatan spiritual yang berbeda. Perbedaan ini justru menjadi titik tolak perjalanan cinta mereka yang rumit tapi menyentuh, menempatkan keduanya pada pilihan antara logika, hati, dan keimanan.

Assalamu’alaikum Bairullah menjadi salah satu film religi yang mengusung pesan kekinian tanpa kehilangan nilai-nilai spiritual Islam. Dialog-dialog dalam film ini dibangun dengan bahasa yang ringan namun penuh makna, membuatnya mudah dicerna oleh penonton dari berbagai kalangan usia. Sentuhan sinematografi yang tenang dan nuansa pesantren yang autentik juga menjadi nilai plus yang memperkuat atmosfer film.

Harris Vriza mengaku perannya sebagai Bairullah menantang secara emosional dan spiritual. “Karakter ini sangat dalam. Saya belajar banyak tentang makna cinta dalam Islam, tentang bagaimana kita harus menjaga hati dan niat dalam menjalin hubungan,” ujar Harris dalam konferensi pers. Sementara Cut Syifa merasa karakter Maysarah menjadi cerminan banyak perempuan muda saat ini yang sedang mencari jati diri dan ketenangan lewat proses hijrah.

Film ini juga didukung oleh penampilan aktor senior seperti Deddy Mizwar dan Maudy Koesnaedi, yang memperkuat lapisan konflik dan dinamika antar karakter. Peran mereka sebagai figur otoritatif di pesantren dan keluarga memberikan perspektif seimbang antara nilai tradisional dan modernitas. Keberadaan mereka juga menjembatani penonton generasi lama dengan cerita anak muda zaman sekarang.

Dengan musik latar yang lembut dan syair Islami yang menyentuh, Assalamu’alaikum Bairullah mampu menciptakan pengalaman menonton yang kontemplatif namun tetap menghibur. Nuansa cinta yang tidak sekadar romantik tetapi juga reflektif membuat film ini berbeda dari film religi kebanyakan yang cenderung didaktik.

Falcon Pictures melihat film ini sebagai bentuk kontribusi terhadap narasi religi yang lebih membumi dan humanis. “Kami ingin menghadirkan cerita spiritual yang tidak menghakimi, tetapi memberi ruang bagi pencarian. Karena iman itu proses, dan setiap orang berhak menjalani prosesnya masing-masing,” kata HB Naveen, produser film ini.

Assalamu’alaikum Bairullah adalah film yang tidak hanya menyentuh hati, tapi juga menantang pemikiran. Ia bukan hanya tentang cinta antar manusia, tapi juga tentang cinta kepada Tuhan yang dilalui dengan kesabaran, pengorbanan, dan keikhlasan Sebuah film religi yang layak diapresiasi dan didiskusikan. (san/*) #artwork dok. ig@film.asba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.