BERITALAGI.COM — Komposer Anca Leksmana resmi membuka lembaran baru dalam perjalanan musiknya dengan memperkenalkan diri sebagai solois.
Babak baru tersebut ditandai lewat perilisan debut single berjudul “(Nantikan Ku Kan) Pulang”, sebuah karya personal yang sarat emosi dan dijadwalkan rilis pada 25 November 2025, bertepatan dengan hari ulang tahun mendiang kakaknya.
Single ini lahir dari pengalaman kehilangan yang membekas dalam hidup Anca. Lagu tersebut menjadi medium ungkapan rindu mendalam terhadap sosok kakak laki-laki yang selama ini berperan besar dalam perjalanan hidup dan musikalnya, sekaligus menjadi pintu masuk Anca ke dunia musik.
Anca mengisahkan hubungan emosional yang sangat dekat dengan sang kakak. Ia tumbuh dan dewasa bersama sosok yang bukan hanya pelindung, tetapi juga sahabat dan mentor musikal yang mengenalkannya pada band, panggung, serta dinamika dunia musik sejak dini.
Kerinduan tersebut dituangkan secara jujur melalui lirik-lirik reflektif yang terasa seperti monolog batin. Salah satu penggalan lirik, “Bila ku tanpa kamu bagai malam gelap tanpa bintang,” menjadi metafora kuat tentang kehilangan sosok terang yang kini hanya hadir dalam ingatan.
Proses kreatif lagu ini pun berjalan emosional. Drum peninggalan sang kakak yang kini berada di studio Anca menjadi saksi bisu perjalanan batin penciptaan lagu. Awalnya, Anca mengaku sulit kembali ke studio karena kenangan yang terlalu kuat, hingga akhirnya keberanian itu membawanya pada aliran emosi yang jujur dan spontan.
Secara musikal, “(Nantikan Ku Kan) Pulang” dibalut dalam pop ballad modern bernuansa melankolis dan introspektif. Dentingan piano yang sendu berpadu dengan aransemen minimalis, menciptakan ruang sunyi yang mempertegas kesan duka dan kerinduan.
Pendekatan musikal yang sederhana namun emosional ini membuat lagu terasa intim, seolah menjadi bisikan dari hati yang sedang berduka. Kesunyian dan jeda dalam aransemen justru memberi ruang bagi pendengar untuk ikut merasakan emosi yang disampaikan.
Melalui debut ini, Anca Leksmana menunjukkan kematangan artistik sekaligus keberanian membuka sisi paling personal dalam hidupnya. Dibantu Fifan Christa atau Atlesta sebagai produser dan Ezra Mandira pada gitar, lagu ini diharapkan menjadi teman bagi siapa pun yang tengah belajar berdamai dengan kehilangan. (san/*) #foto dok. anca leksmana






